KompasRea.com, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan jajaran ekonom pemerintahan di Hambalang, Jawa Barat, Kamis (11/11/2025). Rapat tersebut membahas situasi ekonomi global yang dinilai semakin tidak menentu dan langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh detikNews.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa rapat tersebut menyoroti kondisi dunia yang memasuki fase “ketidakpastian tertinggi dalam sejarah”. DEN menilai gejolak ekonomi global—mulai dari tensi geopolitik hingga perlambatan ekonomi negara besar—membutuhkan respons cepat dan terukur dari pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo, melalui keterangan yang disampaikan Teddy, menegaskan pentingnya kewaspadaan nasional serta penyusunan langkah konkret untuk memperkuat daya tahan ekonomi. “Kita harus menyiapkan strategi yang jelas untuk menjaga stabilitas dan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Teddy, mengutip arahan Presiden.
Salah satu poin yang dibahas adalah peluang penguatan ekspor setelah Indonesia berhasil melanjutkan negosiasi dagang strategis dengan Amerika Serikat. Pemerintah menilai langkah ini dapat meningkatkan daya saing industri padat karya, memperluas pasar ekspor, serta membuka ruang investasi baru. Laporan terperinci mengenai hal ini disampaikan oleh detikFinance.
Selain ekspor, pemerintah juga memprioritaskan langkah deregulasi besar-besaran di tingkat pusat dan daerah. Luhut menilai penyederhanaan regulasi merupakan kunci untuk mempercepat iklim usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. “Deregulasi akan menjadi katalis utama percepatan ekonomi,” ujar Teddy mewakili penjelasan pemerintah.
Meski tantangan global semakin berat, pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Teddy menyebut indikator seperti konsumsi domestik, penyerapan tenaga kerja, dan stabilitas fiskal masih berada pada level yang kompetitif dibanding negara-negara lain di kawasan. “Fundamental ekonomi nasional tetap solid,” tegasnya dalam konferensi pers usai rapat.TIM



