Daerah  

Banjir Landa Sinunukan: 235 Jiwa Mengungsi, Posko Siaga Dibuka

Redaksi

KompasReal.com, Mandailing Natal — Cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan yang mengguyur berbagai wilayah di Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, sejak 25 November hingga hari ini, mengakibatkan banjir besar yang merendam permukiman warga. Sebanyak 235 jiwa terpaksa diungsikan setelah rumah mereka tenggelam dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.

Camat Sinunukan, Daiman Nasution, bersama unsur TNI–Polri, turun langsung melakukan evakuasi di tiga titik rawan banjir. Ia menyampaikan bahwa warga harus dipindahkan segera karena kondisi rumah sudah tidak memungkinkan untuk ditempati.

“Kondisi air sudah masuk ke rumah setinggi dada orang dewasa. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya saat berada di lokasi evakuasi.

Sebagai langkah darurat, Posko Pengungsian Kecamatan Sinunukan didirikan pada hari yang sama. Kantor Desa Sinunukan 4 ditetapkan sebagai posko utama untuk menampung seluruh warga terdampak banjir. Pemilihan lokasi dilakukan karena posisinya lebih aman dan relatif tidak terendam air.

Kepala Desa Sinunukan 4, Triyatno, menyatakan pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya untuk warga dari desa lain yang terdampak banjir. Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas desa dikerahkan, mulai dari peralatan memasak, tikar, hingga sarana penerangan. Bahkan mobil ambulans desa disiagakan 24 jam untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Selama berada di pengungsian, para warga dijamin kebutuhannya melalui penyediaan dapur umum, tenaga medis, serta pengamanan terpadu dari TNI–Polri. Para pemuda setempat juga dilibatkan untuk membantu logistik dan menjaga ketertiban pengungsi. Dukungan ini diberikan untuk memastikan kebutuhan dasar korban banjir terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Camat Sinunukan juga memberikan arahan kepada seluruh pengungsi agar tetap tenang dan menjaga kesehatan selama berada di posko. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi musibah ini. “Jangan berkecil hati, kita hadapi situasi ini bersama. Pemerintah hadir dan akan terus mengawal penanganan sampai kondisi pulih,” katanya dalam arahannya di posko.

Baca Juga :  Pawang, Sang Dermawan: Rutin Santuni Anak Yatim, Sebarkan Berkah di Kota Nopan

Hingga hari keempat, warga masih bertahan di pengungsian sembari menunggu surutnya banjir dan penilaian kelayakan hunian oleh petugas. Pemerintah kecamatan dan desa terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan berjalan maksimal, termasuk rencana pemulihan pascabencana. (KR06)