Daerah  

Antrean Panjang di SPBU Padangsidimpuan, Surat Edaran Wali Kota Jadi Acuan Pengendalian Harga BBM

Redaksi

KompasReal.com,Padangsidimpuan – Antrean panjang di hampir seluruh SPBU di Kota Padangsidimpuan kembali terjadi hingga sore hari ini. Sejumlah lokasi seperti SPBU Jalan Serma Lian, Padang Matinggi, Sitamiang, Batu Nadua, dan Sadabuan terpantau dipenuhi warga yang mengantre BBM sejak pagi. Banyak kendaraan terlihat mengular panjang, bahkan sebagian warga mengaku sudah menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM yang ketersediaannya belum stabil pasca gangguan distribusi beberapa hari terakhir.

Di tengah situasi tersebut, Wali Kota Padangsidimpuan bersama seluruh unsur Forkopimda telah mengeluarkan Surat Edaran tertanggal 3 Desember 2025 sebagai upaya stabilisasi harga serta menekan potensi penimbunan BBM oleh pihak-pihak tertentu. Dalam edaran tersebut, pemerintah menegaskan agar masyarakat tidak melakukan praktik curang, termasuk menaikkan harga BBM secara sepihak hingga tembus Rp30.000 per liter di tingkat pengecer, serta tidak memperbesar kepanikan dengan membeli berlebihan di luar kebutuhan.

Surat edaran ini juga menegaskan bahwa setiap bentuk permainan harga maupun penyimpangan distribusi BBM akan menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum. Pemerintah bersama Forkopimda menekankan pentingnya situasi tetap kondusif dan terkendali guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan ketersediaan bahan bakar yang sedang dalam tahap pemulihan pasokan. Apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan edaran, pemerintah membuka ruang tindakan tegas untuk menjaga keadilan distribusi.

Sementara itu, warga berharap agar pasokan BBM segera normal mengingat sebagian besar aktivitas harian masyarakat sangat bergantung pada kendaraan. Selain itu, banyak pedagang, pengojek, dan pekerja sektor informal yang terdampak langsung akibat melonjaknya harga jual eceran yang jauh melebihi harga standar. Mereka berharap edaran ini benar-benar ditegakkan dan menjadi solusi bersama agar beban masyarakat tidak semakin berat.

Baca Juga :  KAHMI Sumut Bersinar di Milad ke-59: Konsolidasi untuk Indonesia Maju!

Upaya pemerintah juga berfokus pada koordinasi lintas sektor untuk mempercepat distribusi BBM ke Padangsidimpuan. Jalan yang terputus dari arah Sibolga menuju Kota Padangsidimpuan menjadi salah satu faktor penghambat utama distribusi dalam beberapa hari terakhir. Kini, pemulihan akses tengah dikebut agar jalur pengiriman dapat kembali optimal dan SPBU di dalam kota dapat terisi secara merata.

Dengan adanya Surat Edaran Wali Kota tertanggal 3 Desember 2025 tersebut, diharapkan seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta pihak terkait turut menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan situasi kelangkaan untuk keuntungan pribadi. Pemerintah mengajak semua pihak bergandeng tangan, saling menjaga, dan tetap mematuhi aturan yang telah disepakati agar kondisi dapat kembali normal dan roda ekonomi masyarakat bergerak stabil seperti sebelumnya.KR03

— KompaReal.com