Harga TBS Sawit Sumut Kembali Menguat, Petani Sambut Positif Awal Pekan ­

KompasReal.id, Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara kembali menunjukkan tren penguatan pada awal pekan ini. Kenaikan harga tersebut berlaku untuk penetapan periode pertengahan Januari dan menjadi sinyal positif bagi petani sawit di berbagai sentra produksi di daerah itu.

Berdasarkan hasil rapat penetapan Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Sumatera Utara, harga TBS untuk tanaman sawit usia produktif mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Penguatan harga ini dipicu oleh naiknya harga crude palm oil (CPO) di pasar global serta membaiknya permintaan ekspor.

Untuk TBS kelapa sawit usia 10–20 tahun, harga tercatat naik sekitar puluhan rupiah per kilogram. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, tren ini dinilai mampu menambah pendapatan petani, terutama di tengah meningkatnya biaya perawatan kebun dan transportasi hasil panen.

Sejumlah petani sawit di Kabupaten Langkat, Labuhanbatu, dan Padang Lawas menyambut baik penguatan harga tersebut. Mereka berharap tren positif ini dapat berlanjut hingga beberapa pekan ke depan agar kesejahteraan petani semakin membaik.

Namun demikian, petani juga mengingatkan pemerintah agar tetap mengawasi tata niaga sawit di lapangan. Perbedaan harga antara ketetapan provinsi dan harga beli di tingkat pabrik masih kerap terjadi, sehingga diperlukan pengawasan agar petani tidak dirugikan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan akan terus memantau perkembangan harga sawit serta mendorong kemitraan yang adil antara petani dan perusahaan. Stabilitas harga TBS diharapkan dapat menjaga roda ekonomi daerah, khususnya di wilayah yang bergantung pada sektor perkebunan sawit.KR03