Daerah  

RUPDATE BNPB Terkini 3 Desember 2025

Redaksi

KompasReal.com,Situasi penanganan bencana di wilayah Sumatera, termasuk Tapanuli Raya, masih dalam status darurat pascabanjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data hingga 1 Desember 2025, menunjukkan jumlah korban meninggal mencapai 442 jiwa, sementara 402 orang masih hilang. Angka tersebut merupakan akumulasi dari wilayah terdampak besar meliputi Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Dari keseluruhan wilayah terdampak, Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu zona dengan jumlah korban tertinggi, mencatat 217 jiwa meninggal dunia dan 209 orang hilang berdasarkan laporan terbaru. Wilayah yang masuk kategori terdampak di antaranya Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Mandailing Natal, Deli Serdang hingga Kepulauan Nias.

Meski penyebaran korban di Sumatera Utara telah dipastikan meluas, rincian per kabupaten/kota untuk data meninggal dan hilang belum dirilis secara terperinci oleh BNPB. Namun, estimasi pengungsi per wilayah mulai dihimpun. Di antaranya, Tapanuli Utara ± 3.600 jiwa, Tapanuli Tengah ± 1.659 jiwa, Tapanuli Selatan ± 4.661 jiwa, Sibolga ± 4.456 jiwa, serta Humbang Hasundutan ± 2.200 jiwa. Adapun Mandailing Natal tercatat ± 1.378 jiwa mengungsi hingga laporan 1 Desember 2025.

BNPB menyebut penanganan darurat difokuskan pada pencarian korban hilang, distribusi logistik, pembukaan akses jalan, dan pendirian dapur umum untuk warga terdampak. Sejumlah daerah masih terisolasi akibat jalan terputus serta tingginya tumpukan material longsor. Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota juga telah mengerahkan tim tambahan untuk mempercepat proses evakuasi, termasuk dukungan personel TNI–Polri serta relawan.

Seiring meningkatnya intensitas penanganan, kebutuhan mendesak masih berupa bahan makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, serta percepatan normalisasi infrastruktur. Selain korban jiwa, kerugian material dilaporkan cukup besar, namun BNPB masih melakukan verifikasi dan pendataan akhir sebelum publikasi detail dirilis. Wilayah Tapanuli Raya menjadi salah satu fokus karena konsentrasi pengungsi terbesar serta sebaran titik longsor dan banjir yang luas.

Baca Juga :  Buron Tiga Tahun, Bandar Sabu di Palas Akhirnya Ditangkap Polres Padang Lawas

Dengan perkembangan angka korban yang masih dapat berubah, BNPB menegaskan bahwa pembaruan data akan disampaikan berkala. Hingga 1 Desember 2025, situasi masih dalam status tanggap darurat dan proses evakuasi terus berjalan. Media, pemerintah daerah, dan publik diimbau mengikuti update resmi untuk menghindari simpang-siur informasi.KR03