KompasReal.com, Tapsel – Sangat miris. Selama Dolly Putra Parlindungan Pasaribu menjabat Bupati, Kabupaten Tapanuli Selatan kehilangan 15.755 hektar (Ha) tanah di sepuluh kecamatan.
Sesuai peta diterbitkan Badan Informasi Geospasial (BIG) yang diperoleh wartawan pada Sabtu (21/9/2024), tanah Tapsel seluas 15.755 Ha itu berpindah ke tiga kabupaten tetangga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Mandailing Natal.
Sebagian besar hilang dan berpindahnya wilayah Tapsel itu bahkan telah diakui negara melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 dan 136 tahun 2022.
Bahkan lebih miris lagi, Desa Somanggal Parmonangan di Kecamatan Sayurmatinggi telah hilang dari peta Tapsel dan berpindah ke Madina.
Demikian juga perbukitan di sisi kiri Danau Siais, telah pindah ke Madina. Secara peta BIG, wilayah Tapsel hanya sampai bibir pantai danau. Bukit dan bahkan air terjun Simatutung di sisi kiri danau telah masuk ke peta wilayah Madina.
Hanya saja, perpindahan di dua kawasan itu baru terlihat di peta yang diterbitkan BIG. Sedangkan Permendagri tentang itu belum diterbitkan. Jika tidak ada upaya mempertahankan kedaulatan Tapsel ini, maka diyakini dalam waktu dekat Permendagrinya akan segera terbit.
Wartawan memperoleh informasi ini dari orang yang dapat dipercaya di perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan. Hanya saja ia meminta identitasnya tidak dimuat di pemberitaan.
Menurut Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, Tapsel memiliki luas 435.535 Ha. Namun setelah dipimpin Bupati Dolly, luasnya berkurang 15.755 Ha sehingga menjadi 419.780 Ha.
Pengurangan itu terjadi diduga akibat minimnya kepedulian Pemkab Tapsel di bawah kepemimpinan Bupati Dolly untuk mempertahankannya.