Artikel  

KompasReal.com, Sebuah penelitian terbaru dari Family Wellness Institute yang melibatkan 1.200 keluarga di Asia Tenggara mengungkap fakta mengejutkan: keluarga yang rutin menghabiskan waktu di alam terbuka minimal 2 jam per minggu melaporkan tingkat keharmonisan 40% lebih tinggi dibandingkan yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan. Studi ini menegaskan bahwa kualitas…

Dari Juara Bumi ke Darurat Kemanusiaan: Sumatera, Lingkungan, dan Hilangnya Keteladanan
Artikel  

Dari Juara Bumi ke Darurat Kemanusiaan: Sumatera, Lingkungan, dan Hilangnya Keteladanan

KompasReal.com, Di tengah perdebatan nasional tentang status bencana besar yang melanda Sumatera—apakah layak ditetapkan sebagai bencana nasional atau tidak—dunia internasional justru menegaskan komitmennya terhadap penyelamatan lingkungan hidup. Program Lingkungan PBB (UNEP) pada 2025 kembali menganugerahkan Champions of the Earth, penghargaan tertinggi bagi tokoh dan organisasi yang konsisten memperjuangkan aksi iklim…

Ketika Lapar Menjadi Terapi: Rahasia Perbaikan Tubuh dari Dalam Sel
Artikel  

Ketika Lapar Menjadi Terapi: Rahasia Perbaikan Tubuh dari Dalam Sel

KompasReal.com, Dalam budaya hidup modern yang serba cepat dan instan, rasa lapar sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang harus segera dihindari. Jadwal makan padat—tiga kali sehari ditambah camilan—dianggap kunci menjaga energi. Namun, temuan ilmiah terbaru justru menunjukkan paradoks menarik: jeda makan yang terkontrol dapat memicu mekanisme penyembuhan alami yang sangat kuat….

Hari HAM Sedunia: 400 Warga Menggantung Tanpa Kepastian Hukum
Artikel, Opini  

Hari HAM Sedunia: 400 Warga Menggantung Tanpa Kepastian Hukum

KompasReal.com,Catatan Arief Gunawan – Peneliti Merdeka Institute, Anggota Dewan Pakar JMSI Dalam peringatan Hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember, kita patut bertanya dengan kritis: untuk apa sebenarnya momentum ini dirayakan? Apakah sekadar seremoni tahunan dan slogan moral yang tak pernah diterjemahkan menjadi tindakan? Esensi peringatan ini seharusnya adalah…

Ketika Alam Membalas: Bencana Sumatera dan Luka yang Tidak Lagi Bisa Ditutup
Artikel  

Ketika Alam Membalas: Bencana Sumatera dan Luka yang Tidak Lagi Bisa Ditutup

KompasReal.com,Akhir-akhir ini, Sumatera kembali menangis. Banjir, longsor, dan kerusakan lingkungan yang merata seolah menjadi rutinitas tahunan—sebuah ironi yang seharusnya tak pernah terjadi di tanah yang dahulu dikenal hijau, kaya, dan subur. Sebagai jurnalis, saya sulit bersikap netral dalam melihat kenyataan ini. Bukan karena emosional tanpa arah, tetapi karena fakta di…

Kisah Cinta Putri Jiro Asri Kirtiasa: Dari Sydney ke Kerajaan Bali, Cinta Menembus Batas Tradisi
Artikel  

Kisah Cinta Putri Jiro Asri Kirtiasa: Dari Sydney ke Kerajaan Bali, Cinta Menembus Batas Tradisi

KompasReal.com,Pada tahun 1977, Jane Gillespie, seorang wanita muda asal Sydney, Australia, melakukan perjalanan ke Pulau Bali tanpa pernah membayangkan bahwa langkah itu akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Di kota Obode, ia bertemu dengan Pangeran Tjokorda Raka Sokawati, seorang bangsawan dari keluarga kerajaan Bali. Pertemuan itu menjadi awal dari kisah…

Daging Ini Halal untuk Kami, Haram untuk Tuan – Kisah Haru Tukang Sol Sepatu yang Hajinya Diterima Allah
Artikel  

Daging Ini Halal untuk Kami, Haram untuk Tuan – Kisah Haru Tukang Sol Sepatu yang Hajinya Diterima Allah

KomasReal.com, Inspirasi Islami – Sebuah kisah menggetarkan kembali mengingatkan umat Muslim bahwa kemuliaan ibadah tidak selalu ditentukan oleh jauhnya perjalanan dan besarnya biaya, tetapi oleh ketulusan hati dan kepedulian kepada sesama. Riwayat masyhur yang disampaikan oleh ulama besar Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al-Marwazi menceritakan peristiwa menakjubkan tentang seorang…

Makam Sahabat Nabi di Barus, Tapanuli Tengah — Jejak Awal Islam di Nusantara
Artikel  

Makam Sahabat Nabi di Barus, Tapanuli Tengah — Jejak Awal Islam di Nusantara

  KompasReal.com,Barus–sebuah kota tua di pesisir barat Sumatera Utara, sejak lama dikenal sebagai kawasan bersejarah yang menjadi pintu masuk berbagai bangsa ke Nusantara. Sebelum Masehi, Barus telah menjadi bandar niaga internasional yang menghubungkan pedagang dari Yunani, Persia, Arab, India, Tamil, hingga Tiongkok. Nama Barus—yang dalam berbagai literatur disebut Barousai, Fansur,…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.