Daerah  

Krisis BBM Padangsidimpuan: Antre Mengular, Harga Melonjak, Pertalite Sampai Rp35 Ribu

KompasReal.com

KompasReal.com, Padangsidimpuan – Pascabencana alam di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) memberikan dampak parah, salah satunya adalah krisis BBM yang melanda Kota Padangsidimpuan.

Selama dua hari terakhir, pasokan BBM ke SPBU terhenti total akibat jalan lintas yang putus, membuat Pertalite sulit ditemukan bahkan di tingkat pengecer.

“Pasokan BBM di Kota Padangsidimpuan kosong. Baik pengecer maupun SPBU tidak ada yang menjual,” ujar seorang warga yang tampak putus asa saat mendorong sepeda motornya.

Kelangkaan ini semakin memperburuk keadaan ekonomi warga, termasuk melonjaknya harga bahan pokok.

Pantauan di lapangan menunjukkan, pengecer BBM hampir hilang dari permukaan. Kalaupun ada, harganya melonjak drastis dari harga normal Rp12 ribu menjadi Rp20 ribu hingga Rp35 ribu per liter.

Antrean panjang pun terlihat di hampir seluruh SPBU di kota, seperti Jalan Serma Lian, Padang Matinggi, Sitamiang, Batu Nadua, dan Sadabuan hingga sore hari ini.

Banyak warga mengantre sejak pagi, bahkan berjam-jam atau bahkan dua hari, namun masih pulang dengan tangan kosong karena ketersediaan yang belum stabil.

Seorang sopir angkot di rute Palopat Pijorkoling-Kota Padangsidimpuan mengaku salah satunya yang terkena dampak langsung.

Ia bingung menentukan tarif ongkos sewa yang layak, sementara banyak pedagang, pengojek, dan pekerja sektor informal juga merasakan beban akibat harga BBM yang jauh melebihi standar.

Di tengah situasi tersebut, Wali Kota Padangsidimpuan bersama seluruh unsur Forkopimda telah mengeluarkan Surat Edaran tertanggal 3 Desember 2025 sebagai upaya stabilisasi harga dan penekanan penimbunan BBM.

Dalam edaran tersebut, pemerintah menegaskan agar tidak ada peningkatan harga secara sepihak hingga Rp30 ribu per liter di tingkat pengecer, serta mencegah pembelian berlebihan yang memperbesar kepanikan.

Baca Juga :  Kelangkaan BBM di Padangsidimpuan Mereda, Truk Pengangkut 8 Ton Berhasil Masuk Usai Ketegangan di SPBU

Setiap bentuk permainan harga atau penyimpangan distribusi akan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, dengan tindakan tegas bagi pelanggar.

Pemerintah juga berfokus pada koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan jalan yang terputus dari Sibolga ke Padangsidimpuan, salah satu faktor penghambat utama distribusi agar jalur pengiriman dapat kembali optimal dan SPBU terisi secara merata.

Pemerintah mengajak semua pihak bergandeng tangan mematuhi aturan, sementara warga berharap edaran ini benar-benar ditegakkan dan pasokan BBM segera normal agar roda ekonomi masyarakat dapat bergerak stabil kembali. (KR02)